Rootstock

Rootstock
Sumber gambar: Bordeaux-Magazine-US: The-Sweet-Science-Behind-Grapevines

Rootstock anggur adalah batang bawah atau bagian akar dari tanaman anggur yang memiliki pertumbuhan akar sangat baik dan kuat, serta cepat beradaptasi dengan kondisi tanah baru. Penggunaan rootstock melalui teknik grafting atau sambung pucuk membantu meningkatkan vigoritas tanaman, ketahanan terhadap hama seperti phylloxera dan nematoda, serta toleransi terhadap kondisi tanah dan iklim ekstrem, sehingga menghasilkan tanaman yang lebih produktif dan berumur panjang. Fungsi Rootstock Anggur

  • Ketahanan terhadap Hama dan Penyakit:Rootstock, terutama yang berasal dari spesies anggur Amerika seperti Vitis riparia dan Vitis rupestris, memiliki resistensi alami terhadap hama perusak akar phylloxera dan serangan nematoda. 
  • Toleransi terhadap Kondisi Tanah:Rootstock dipilih berdasarkan kemampuannya untuk mentoleransi kondisi tanah tertentu, seperti tanah dengan tingkat keasinan tinggi, masalah drainase, atau pH yang tidak ideal, yang mungkin tidak sesuai untuk varietas anggur tertentu. 
  • Peningkatan Vigoritas dan Produktivitas:Penggunaan rootstock dapat membuat kanopi daun lebih lebat dan penuh, serta meningkatkan vigor atau kekuatan pertumbuhan tanaman. Hal ini berkontribusi pada produksi buah yang lebih banyak dan produktif. 
  • Adaptasi Iklim: Beberapa jenis rootstock dikembangkan untuk tahan terhadap kondisi cuaca ekstrem dan variasi iklim, termasuk iklim tropis seperti di Indonesia. 

Jenis-Jenis Rootstock

  • Rootstock Impor: Merupakan rootstock yang berasal dari luar negeri, contohnya jenis seperti Kober 5BB, Ramsey/Salt Creek, Richter 110, dan Couderc 1613. 
  • Rootstock Lokal: Di Indonesia, beberapa jenis rootstock lokal yang telah terbukti efektif antara lain Isabella dan Red Master. Criolla Negra juga disebut sebagai rootstock lokal yang sangat baik untuk skala perkebunan karena perakarannya yang vigor. 

Cara Memilih Rootstock Pemilihan rootstock yang tepat sangat krusial untuk keberhasilan budidaya anggur. Pertimbangkan faktor-faktor berikut: 

  • Kondisi Tanah: Analisis jenis tanah, kelembaban, drainase, pH, dan kandungan garam. 
  • Iklim: Kenali iklim lokal, termasuk suhu dan curah hujan. 
  • Hama dan Patogen Lokal: Ketahui jenis hama dan penyakit yang umum menyerang tanaman anggur di daerah Anda. 
  • Varietas Anggur yang Ditanam: Pilih rootstock yang kompatibel dan dapat mendukung pertumbuhan varietas anggur scion (bagian pucuk) yang ingin Anda tanam. 

Rootstock anggur adalah batang bawah yang digunakan untuk grafting atau okulasi, bertujuan meningkatkan ketahanan terhadap penyakit, hama seperti phylloxera, kondisi tanah yang buruk, atau iklim ekstrem. Pembuatan rootstock yang benar memerlukan pemilihan varietas tahan seperti V. riparia, V. rupestris, atau hibrida seperti 3309C dan 110R, tergantung kondisi lokasi. Untuk skala besar, metode propagasi stek bisa ditingkatkan dengan nursery massal, sementara tissue culture lebih efisien untuk produksi jutaan bibit bebas penyakit. Berikut panduan langkah demi langkah beserta durasi tahapannya, berdasarkan praktik standar.

Metode Propagasi melalui Stek (Cuttings) - Cocok untuk Skala Menengah hingga Besar

Metode ini sederhana dan murah, bisa diskalakan dengan menggunakan greenhouse atau nursery luas. Rootstock diproduksi dari potongan batang (stek) yang dirooting hingga siap digrafting. 1 “Ilustrasi langkah grafting cleft pada rootstock anggur.” “LEFT” “SMALL”

  1. Persiapan Stek:
    • Pilih batang induk sehat, diameter minimal seperti pensil, panjang 15-20 cm, berwarna coklat berkayu.
    • Potong ujung atas miring 1-2 cm di atas mata tunas, pangkal bawah mendatar tepat pada mata tunas.
    • Rendam stek dalam larutan pupuk organik atau air hangat untuk merangsang pertumbuhan.
    • Durasi: 30 menit hingga 1 jam untuk perendaman.
  2. Merangsang Tunas dan Akar:
    • Masukkan stek ke wadah dengan air sumur 2-3 cm (atau media tanah + pasir 1:1), posisi tegak.
    • Letakkan di tempat teduh, ganti air setiap 2-3 hari, siram media setiap 1-2 hari.
    • Tunggu tunas muncul, lalu pindah ke media tanah jika akar mulai tumbuh.
    • Durasi: 1-4 minggu untuk tunas muncul; 1-2 minggu tambahan untuk akar tumbuh (total 2-6 minggu). 20 23 
  3. Pindah Tanam dan Pemeliharaan:
    • Pindah ke polybag atau lahan dengan campuran tanah + kompos (1:1), tambahkan pupuk granule.
    • Berikan sinar matahari pagi, siram setiap 2-3 hari, pupuk mingguan.
    • Siap sebagai rootstock setelah akar kuat dan tunas 20 cm.
    • Durasi: 2 bulan atau lebih hingga bibit siap (akar 5-10 cm, tunas >2). 23 

Untuk skala besar, gunakan ribuan stek di nursery; bibit bisa siap dijual dalam 1 tahun. 22

Metode Grafting pada Rootstock - Untuk Menggabungkan dengan Scion

Setelah rootstock siap dari stek, lakukan grafting untuk menghasilkan tanaman komposit. Ini bisa diskalakan dengan mesin grafting di nursery besar. 0 “Diagram potongan kayu dan cambium untuk grafting anggur.” “LEFT” “SMALL”

  1. Persiapan Rootstock dan Scion:
    • Pilih rootstock matang (dari stek sebelumnya), potong atasnya miring.
    • Ambil scion (cabang varietas unggul) dengan 2-3 tunas, potong bawah miring agar cambium bersentuhan.
    • Durasi: Persiapan instan, tapi lakukan di musim dorman (musim dingin atau akhir hujan).
  2. Proses Grafting:
    • Buat sayatan pada rootstock (misal cleft graft: belah atas rootstock, masukkan scion).
    • Sesuaikan cambium, ikat dengan tape grafting atau lilin.
    • Lindungi union dengan mulsa atau tanah untuk mencegah infeksi.
    • Durasi: Proses grafting 1-2 hari per batch; penyembuhan 2-4 minggu di lingkungan lembab hangat. 24 
  3. Pemeliharaan Pasca-Grafting:
    • Pindah ke tempat sejuk, pantau pertumbuhan akar dan tunas.
    • Lindungi union dari beku selama 5 musim pertama.
    • Durasi: 1-2 tahun hingga tanaman siap ditanam di lahan (termasuk establishment). 22 

Untuk skala besar, proses ini bisa menghasilkan jutaan grafted vines per tahun dengan teknologi modern. 24

Metode Tissue Culture - Ideal untuk Skala Besar Massal

Metode ini menggunakan laboratorium steril untuk propagasi cepat, menghasilkan bibit seragam bebas penyakit, cocok untuk produksi komersial jutaan unit. 3 “Tahapan in vitro propagation rootstock anggur.” “LEFT” “SMALL”

  1. Persiapan Eksplan:
    • Ambil cabang dorman, potong jadi segmen tunggal tunas.
    • Pecah dormansi dengan mandi air 45°C, lalu kultur hidroponik.
    • Sterilisasi dengan etanol dan natrium hipoklorit.
    • Durasi: 30-40 hari untuk germinasi hidroponik. 21 
  2. Kultur Inisiasi dan Proliferasi:
    • Inokulasi ke medium MS atau WPM dengan hormon (IBA, 6-BA, dll.).
    • Subkultur setiap 40-50 hari untuk 3-4 generasi.
    • Durasi: 30 hari untuk inisiasi (tunas 5-6 cm); 35-40 hari per generasi proliferasi (total 120-200 hari). 21 
  3. Hardening dan Transplantasi:
    • Pilih bibit dengan akar >3 cm, hardening di kultur air.
    • Transplant ke pot dengan campuran tanah:peat:vermiculite.
    • Durasi: 2-3 minggu hardening; 4 minggu di greenhouse sebelum ke lahan (tingkat kelangsungan hidup >90%). 21 

Metode ini memungkinkan produksi massal dengan koefisien proliferasi tinggi, tapi memerlukan fasilitas lab. 16

Pastikan lakukan tes tanah awal untuk memilih rootstock tepat, dan gunakan pupuk organik untuk hasil optimal. Jika diterapkan di Indonesia, sesuaikan dengan iklim tropis seperti menggunakan varietas lokal tahan panas. Konsultasikan dengan ahli pertanian untuk adaptasi spesifik.

Read more